Pembalasan Kurcaci Ajaib | Goosebumps #34 | Chapter 9

Chapter 9


"EH, bukankah ini biji melon?" tanyaku dengan suara gemetar.


"Apa?" Moose menghampiriku dari belakang.

"Biji melon," kataku sekali lagi.

Moose menggelengkan kepala. Ia menepuk pundakku dengan tangannya yang besar.

"Kau salah lihat," katanya. "Ayo, kita main lagi."

Aku menunjuk mulut Chip. "Aku tidak salah lihat. Coba kaulihat sendiri?"

Moose ikut memperhatikan mulut Chip. "Yeah, Ada biji. Memangnya kenapa?"

"Itu biji melon casaba, Moose. Seperti -biji-biji yang berserakan di kebun ayahmu."

Bagaimana biji casaba itu bisa sampai ke mulut Chip? Pasti ada penjelasan yang masuk akal.

Aku memeras otak. Tak satu penjelasan pun terpikir olehku.

Aku menepis biji itu dari bibir si kurcaci dan memperhatikannya jatuh ke rumput.

Lalu kutatap wajah kurcaci yang nyengir lebar itu. Kutatap matanya yang dingin dan datar.

Ia membalas tatapanku. Aku merinding, padahal saat itu udara sudah mulai panas.

Bagaimana biji itu bisa sampai ke situ? aku bertanya-tanya. Bagaimana caranya?

Malam itu aku bermimpi tentang melon. Aku bermimpi ada melon casaba tumbuh di pekarangan kami. Melon itu tumbuh dan tumbuh dan tumbuh. Sampai lebih besar dari rumah kami

Entah kenapa, aku terbangun di tengah mimpiku. Dengan terkantuk-kantuk aku meraih weker. Ternyata baru pukul satu pagi.

Lalu kudengar suara melolong di luar rumah. Lolongannya panjang dan menyayat hati.

Cepat-cepat aku melompat dari tempat tidur dan bergegas ke jendela. Aku memandang ke pekarangan depan yang gelap. Semua hiasan taman berdiri membisu.

Lolongan itu terdengar lagi. Lebih keras. Lebih panjang.

Rupanya Buster. Anjingku yang malang. Ia masih terikat di pekarangan belakang.

Aku menyelinap keluar dari kamar dan mengendap-endap di koridor yang gelap.

Suasananya sunyi. Perlahan-lahan aku menuruni tangga yang dilapisi karpet.

Sebuah anak tangga berderak ketika kuinjak. Aku tersentak.

Sedetik kemudian kudengar bunyi berderak lagi.

Lututku gemetaran.

Tenang saja, Joe, kataku dalam hati. Itu cuma bunyi tangga.

Sambil mengendap-endap aku melintasi ruang duduk yang gelap dan masuk ke dapur. Di belakangku sesuatu mendesir pelan sekali. Jantungku langsung berdegup-degup.

Aku berbalik.

Tidak ada apa-apa.

Mungkin cuma khayalanku saja.

Aku maju dalam kegelapan. Meraih gagang pintu. Dan sekonyong-konyong sepasang tangan yang kuat mencengkeramku dari belakang.



Bagi anda yang berminat dengan permainan kartu online berbayar yang dapat dipercaya, silahkan klik link situs kami di agen judi online dan daftar menjadi member kami sekarang juga, maka anda akan mendapatkan fasilitas dan bonus. Layanan kami ini di dukung dengan fasilitas chat yang selalu siap melayani dan menemani anda selama 24 jam penuh.

Tidak ada komentar:

close
agen ceme online