Pembalasan Kurcaci Ajaib | Goosebumps #34 | Chapter 10

Chapter 10


"MAU ke mana kau?"


Mindy!

Aku menarik napas lega. Dan cepat membebaskan diri dari cengkeramannya.

"Aku lapar. Aku mau cari makanan kecil," bisikku sambil menggosok-gosok tengkuk.

"Melon milik Mr. McCall akan kusikat habis."

Aku pura-pura mengisi mulut sampai penuh dan mengunyah. "Hmm. Casaba. Aku mau casaba lagi!"

"Joe! Jangan macam-macam!" Mindy berbisik kesal.

"Hei, aku cuma bercanda," kataku. "Buster melolong terus. Aku mau keluar sebentar untuk menenangkannya."

Mindy menguap. "Kalau Mom dan Dad tahu kau keluar malam-malam begini..."

"Sebentar saja." Aku melangkah keluar. Udara malam yang lembab membuatku merinding. Aku menatap langit yang tak berbintang.

Buster melolong-lolong di belakang.

"Tunggu, Buster," seruku dengan suara tertahan. "Aku datang."

Buster menjawab dengan rintihan.

Aku maju selangkah. Sesuatu melintas di rumput, membuatku langsung berhenti. Sambil memicingkan mata aku memandang ke kegelapan di hadapanku. Dua sosok kecil tampak bergegas di sisi rumah, menyeberangi pekarangan dan menghilang dalam kegelapan malam.

Kelihatannya seperti berang-berang!

Berang-berang?

Ya, itu jawabannya! Berang-beranglah yang makan melon Mr. McCall! Rasanya aku ingin membangunkan Dad dan memberitahunya saat itu juga. Tapi kemudian kuputuskan untuk menunggu sampai esok pagi.

Perasaanku langsung jauh lebih enak. Berarti Buster bisa dilepas. Aku menghampiri anjingku dan duduk di sampingnya, di rumput yang basah oleh embun.

"Buster," bisikku. “Aku sudah datang.”

Matanya yang cokelat tampak sedih. Kupeluk lehernya yang berbulu tebal. "Sebentar lagi kau sudah bisa dilepas, Buster," aku berjanji. "Tunggu saja. Begitu Dad bangun aku akan memberitahunya soal berang-berang itu."

Buster menjilat-jilat tanganku, seakan-akan berterima kasih. "Dan besok aku akan mengajakmu jalan-jalan," bisikku. "Bagaimana? Setuju? Nah, sekarang tidur lagi, deh."

Aku kembali ke dalam rumah dan naik ke tempat tidur. Hatiku puas. Misteri melon casaba sudah kupecahkan. Masalah dengan Mr. McCall sudah selesai, pikirku.

Tapi ternyata aku keliru.

Masalah kami justru baru dimulai.

"Kelewatan! Kelewatan!" Teriakan Mr. McCall memecahkan keheningan pagi, membangunkanku dari tidur yang lelap.

Kugosok-gosok mata untuk mengusir kantuk. Kulirik weker di samping tempat tidurku.

Pukul setengah tujuh.

Ya ampun, kenapa sih ia berteriak-teriak begitu, persis orang kesurupan?

Aku turun dari tempat tidur dan bergegas menuruni tangga. Mom, Dad, dan Mindy sudah berdiri di pintu depan. Semua masih pakai baju tidur.

"Ada apa?" tanyaku.

"Entahlah" sahut Dad. "Mr. McCall marah-marah. Ayo!"

Kami keluar satu per satu dan memandang ke pekarangan sebelah.

Mr. McCall memakai kimono bermotif kotak-kotak biru-putih. Ia berdiri di kebun sayurnya, memegang-megang melon casabanya sambil berteriak-teriak gusar.

Moose dan ibunya berdiri di belakang Mr. McCall. Keduanya membelalakkan mata sambil membisu. Mrs. McCall, yang biasanya ramah tampak mengerutkan kening.

Mr. McCall berpaling pada istrinya. "Hancur!" ia meraung." "Hancur semua!"

"Oh-oh" Dad bergumam. "Sebaiknya kita segera ke situ, Marion." Ia melintasi pekarangan kami. Mom, Mindy, dan aku menyusul.

"Sabar, Bill," Dad berkata setenang mungkin ketika memasuki pekarangan tetangga kami. "Tak ada yang pantas diributkan seperti ini."

"Sabar? Bagaimana aku bisa sabar?" teriak Mr. McCall. Urat nadi di pelipisnya berdenyut-denyut.

Berang-berang, pikirku. Melon Mr. McCall dimakan berang-berang lagi semalam. Aku harus memberi tahu Dad. Sekarang juga. Sebelum mereka menyalahkan Buster lagi.

Mr. McCall mendekap keempat melon casabanya.

"Aku keluar untuk menyiram casabaku, tapi ternyata... ternyata..." Ia terlalu marah untuk menyelesaikan kalimatnya. Dengan. geram keempat melon itu disodorkannya ke hadapan kami

"Hei!" seruku kaget.

Ini bukan perbuatan berang-berang.

Tidak mungkin.

Seseorang-dengan spidol hitam-menggambar wajah tersenyum pada keempat melon itu!

Mindy mendorongku ke samping agar dapat melihat lebih jelas.

"Joe!" pekiknya. "Keterlaluan. Tega kau berbuat begitu!"



Bagi anda yang berminat dengan permainan kartu online berbayar yang dapat dipercaya, silahkan klik link situs kami di judi bola online dan daftar menjadi member kami sekarang juga, maka anda akan mendapatkan fasilitas dan bonus. Layanan kami ini di dukung dengan fasilitas chat yang selalu siap melayani dan menemani anda selama 24 jam penuh.

Tidak ada komentar:

close
agen ceme online