Pembalasan Kurcaci Ajaib | Goosebumps #34 | Chapter 12

Chapter 12


CAT hitam. Sama seperti goresan wajah-wajah nyengir pada melon casaba Mr. McCall!


Aku menelan ludah. Ada apa ini? aku bertanya-tanya. Bagaimana bisa tangan kedua kurcaci ini berlepotan cat?

Ini harus kuceritakan pada seseorang, kataku dalam hati.

Mom! Ia ada di rumah. la bakal membantuku memecahkan teka-teki ini.

Aku sudah hampir membuka pintu depan ketika terdengar suara gemerencing dari pekarangan keluarga McCall.

"Buster! Jangan!" seruku.

Ternyata Buster sedang mengelilingi kebun sayur Mr. McCall. Rantainya terseret-seret di belakangnya.

Cepat-cepat aku merogoh ke balik T-shirt dan mengambil peluit anjing. Kutiup keras-keras.

Buster segera menghampiriku.

"Anjing pintar!" seruku lega. Lalu, dengan tampang serius aku menudingnya, memberi peringatan keras. " Buster, kalau kau tidak mau diikat, jangan masuk ke pekarangan itu lagi!"

Buster menjilat-jilat jariku dengan lidahnya yang panjang dan lengket. Kemudian ia menoleh untuk menjilat-jilat kedua kurcaci.

Aku memperhatikannya menjilat kedua kurcaci itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Eh, kok begini lagi!" seruku.

Mulut Chip dan Hap menganga lebar. Wajah mereka ketakutan, seperti kulihat saat itu.

Mereka seakan-akan hendak menjerit.

Aku langsung memejamkan mata. Lalu sebelah mata kubuka pelan-pelan.

Raut muka mereka belum berubah.

Ada apa ini? Apakah kurcaci-kurcaci itu takut pada Buster? Atau jangan-jangan aku yang mulai tidak waras?

Tanganku gemetar ketika mengikat Buster ke pohon. Kemudian aku berlari masuk untuk menemui Mom.

"Mom! Mom!" aku berseru dengan kalut. Ternyata Mom ada di atas, di ruang kerjanya.

"Mom harus ke luar! Sekarang!"

Mom segera berpaling dari komputernya.

"Ada apa ?"

"Kurcaci-kurcaci itu!" seruku. "Ada cat hitam di tangan mereka. Dan mereka tidak nyengir lagi. Coba Mom ikut keluar. Agar bisa lihat sendiri!"

Pelan-pelan Mom mendorong kursinya menjauhi komputer. "Awas Joe, kalau ini lelucon lagi..."

"Cepat, Mom. Sebentar saja. Ini bukan lelucon. Sungguh!"

Mom menuruni tangga. la berhenti di ambang pintu depan dan memandang ke arah kedua kurcaci!.

"Tuh, kan!" seruku sambil berdiri di belakangnya. "Apa kubilang! Coba lihat tampang mereka. Mereka kelihatan seperti lagi menjerit!"

Mom memicingkan mata. "Joe, jangan macam-macam. Kenapa k-u menggangguku yang sedang kerja? Mereka tetap tersenyum seperti biasa."

"Masa?" aku memekik tak percaya, lalu berlari keluar dan menatap kedua kurcaci.

Mereka membalas tatapanku. Sambil nyengir lebar.

"Joe, kalau bercanda jangan keterusan," Mom berkata ketus. "Lama-lama semua orang jadi bosan. Lelucon kurcaci itu tidak lucu. Sama sekali tidak lucu."

"Tapi bagaimana dengan cat di jari mereka?"

"Itu cuma noda," sahut Mom dengan jengkel. "Ayo, lebih baik kau baca buku saja. Atau bereskan kamarmu. Cari kesibukan lain untuk mengisi waktu. Mom jadi pusing kalau begini terus!"

Aku duduk di rumput. Sendirian. Aku perlu berpikir.

Aku memikirkan biji casaba di bibir kurcaci. Aku teringat pertama kali mereka meringis ketakutan, yaitu saat Buster pertama kali menjilat-jilat mereka.

Dan sekarang ada cat di jari mereka.

Bukti-bukti itu tidak bisa disangkal.

Mereka hidup.

Dan merekalah yang mengacak-acak kebun Mr. McCall.

Kurcaci-kurcaci itu? Mengacak-acak kebun? Aduh, rupanya aku benar-benar sudah mulai sinting!

Tiba-tiba aku merasa kurang sehat. Semuanya tidak masuk akal.

Aku bangkit untuk masuk ke rumah.

Saat itulah kudengar bisikan pelan.

Bisikan yang pelan dan parau. Dari dekat kakiku.

"Tidak lucu, Joe," bisik Hap.

"Sama sekali tidak lucu," Chip menimpali dengan suara serak.



Bagi anda yang berminat dengan permainan kartu online berbayar yang dapat dipercaya, silahkan klik link situs kami di judi bola online dan daftar menjadi member kami sekarang juga, maka anda akan mendapatkan fasilitas dan bonus. Layanan kami ini di dukung dengan fasilitas chat yang selalu siap melayani dan menemani anda selama 24 jam penuh.

Tidak ada komentar:

close
agen ceme online