Pembalasan Kurcaci Ajaib | Goosebumps #34 | Chapter 23

Chapter 23


AKU melepaskan peganganku pada kusen jendela dan mendarat dalam posisi berdiri.


Beberapa detik setelah itu aku mendengar Moose dan Mindy menyusul.

Sambil memicingkan mata aku memandang berkeliling dalam kegelapan yang

menyelubungi ruangan. Aku tidak bisa melihat apa pun. Aku mengendus-endus sambil menjilati bibirku yang kering. Bau menyengat memenuhi ruang bawah tanah yang panas dan lembab itu. Baunya seperti cuka. Bau keringat, pikirku. Keringat kurcaci.

Aku mendengar tawa cekikikan dari luar. Chip dan Hap menerobos lewat lubang jendela dan melompat turun.

"Hei..." bisikku.

Tapi mereka sudah menghilang dalam kegelapan.

"Ada apa ini?" tanya Moose.

"Kita harus cari sakelar lampu," bisik Mindy

Tapi sebelum kami sempat bergerak, lampu di langit-langit sudah menyala. Aku berkedip-kedip karena silau oleh cahaya yang terang-benderang.

Kemudian aku memekik tertahan ketika melihat isi ruang bawah tanah yang luas itu. Di hadapanku terbentang lautan kurcaci!

Bukan enam! Tapi enam ratus! Baris demi baris, berdesakan, dan semuanya menatap kami.

"Wah!" seru Moose. "Mereka segerombolan!"

"Kita dibohongi! Hap dan Chip bohong!" teriakku.

Warna baju mereka berbeda-beda. Tapi tampang mereka persis sama. Semua memakai topi runcing dan ikat pinggang hitam. Semua bermata merah dan berhidung pesek. Semua nyengir lebar, dan semua bertelinga besar dan lancip.

Saking kagetnya melihat makhluk-makhluk jelek itu, aku tidak segera menemukan Hap dan Chip.

Akhirnya kulihat mereka berdiri di sisi ruangan.

Hap bertepuk tangan tiga kali. Lalu tiga kali lagi. Tepukannya pendek dan keras, memantul dari dinding-dinding.

Gerombolan kurcaci itu mendadak hidup. Mereka membungkuk dan meregangkan otot cengar-cengir dan cekikikan, berceloteh dengan suara yang melengking tinggi.

Mindy meraih tanganku. "Aduh, bagaimana ini? Kita harus keluar dari sini."

Suaranya nyaris tak terdengar di tengah hiruk-pikuk yang mengelilingi kami. Aku melirik ke jendela. Tiba-tiba jendela itu tampak begitu tinggi, begitu jauh.

Ketika aku berbalik lagi Hap dan Chip sudah berdiri di hadapan kami. Mereka bertepuk tangan, meminta perhatian rekan-rekan mereka.

Ratusan kurcaci lainnya segera diam.

"Kami membawa tiga manusia muda!" Hap mengumumkan sambil nyengir gembira.

"Kami menepati janji!" seru Chip.

Ucapan itu disambut sorak-sorai dan tawa cekikikan.

Aku membelalakkan mata karena ngeri ketika semua kurcaci itu mulai bergerak maju.

Mata mereka tampak berbinar-binar. Tangan mereka terulur untuk meraih kami. Topi mereka yang runcing berayun dan merosot ke depan, seperti ikan hiu yang hendak menyerang.

Mindy, Moose, dan aku melangkah mundur, sampai membentur dinding.

Gerombolan kurcaci itu mendesak kami dari segala arah. Tangan mereka yang kecil menarik-narik bajuku menampar-nampar wajahku, menjambak-jambak rambutku.

"Stop!" aku menjerit. "Pergi! Pergi!"

"Kami datang untuk membantu kalian!" kudengar Mindy memekik. "Kami datang untuk membantu kalian melarikan diri!"

Semua kurcaci tertawa cekikikan.

"Tapi kami tidak mau melarikan diri," salah satu dari mereka berkata sambil nyengir

"Dengan kalian di sini kami akan bersenang-senang!"



Bagi anda yang berminat dengan permainan kartu online berbayar yang dapat dipercaya, silahkan klik link situs kami di agen judi online dan daftar menjadi member kami sekarang juga, maka anda akan mendapatkan fasilitas dan bonus. Layanan kami ini di dukung dengan fasilitas chat yang selalu siap melayani dan menemani anda selama 24 jam penuh.

Tidak ada komentar:

close
agen ceme online