Edisi Kepala Terpenggal | Goosebumps #39 | Chapter 26

Chapter 26


CEPAT-CEPAT aku membekap mulut Kareen. "Lari" aku berteriak pada bibiku. "Cepat, lari"


Aunt Benna menunduk, dan sambil mendengus dia menerjang Dr. Hawlings. Bibiku menghantamnya bagaikan pemain football, dan membuat ilmuwan itu terpental sampai menabrak gubuk.

Dr. Hawlings memekik kaget. Senter di tangannya terlepas dan jatuh ke tanah.

Aku melepaskan Kareen, lalu menyusul bibiku.

Langkah kami berdebam-debam ketika kami menerobos ilalang untuk mencapai pepohonan.

Kami sudah hampir sampai di batas hutan, ketika Carolyn tiba-tiba menghadang kami. "Mau ke mana buru-buru?" dia berseru sambil menghalangi jalan. "Pestanya baru mulai kok."

Aunt Benna dan aku berbalik. Dr. Hawlings telah berdiri di belakang kami. Kami terperangkap.

Carolyn mengangkat senternya. Dia menatap bibiku sambil memicingkan matanya yang keperakan, dan mengembangkan senyumnya. Senyum yang dingin dan tidak menyenangkan. "Apa kabar, Benna? Ke mana saja kau? Kami sudah kangen."

"Sudah, jangan banyak omong," Dr. Hawlings bergumam sambil menggerak-gerakkan senternya. "Sekarang sudah terlalu gelap untuk kembali ke markas. Kita terpaksa bermalam di sini."

"Wah, kita akan berkemah," kata Carolyn. Dia masih juga menatap Aunt Benna sambil tersenyum dingin.

Aunt Benna merengut, lalu membuang muka. "Carolyn, kupikir kau temanku."

"Kita semua berteman baik," ujar Dr. Hawlings. "Dan teman baik tak pernah merahasiakan apa pun. Karena itulah kau akan menceritakan rahasia Jungle Magic, Benna."

"Tidak akan" bibiku berkata dengan tegas sambil menyilangkan tangan di depan dada.

"Wah, wah, wah. Kau tidak boleh bersikap begitu terhadap teman baikmu," Dr. Hawlings berkomentar "Besok pagi kita akan kembali ke markas. Dan setelah sampai di sana, kau akan menceritakan semuanya, Benna. Kau akan membeberkan semua rahasiamu. Dan kau akan menyerahkan Jungle Magic kepada Carolyn dan aku."

"Kita kan teman," Carolyn menambahkan.

"Ayo," kata Dr. Hawlings. Dia menggenggam pundakku dan menggiringku ke arah gubuk di tengah lapangan. Kareen sedang duduk sambil bersandar ke dinding. Kerah bajunya dinaikkan.

"Kau dan Benna masuk," Dr. Hawlings menyuruh kami. Dia mendorongku dengan kasar. "Awas, kalau kalian berani macam-macam."

"Kau cuma buang-buang waktu, Richard," bibiku berkata padanya. Dia berusaha memberi kesan tegar, tapi suaranya gemetar.

Dr. Hawlings memaksa kami memasuki gubuk yang gelap.

Aunt Benna dan aku duduk di lantai tanah. Melalui celah-celah di dinding, aku melihat cahaya senter mereka berkerlap-kerlip.

"Apakah mereka akan berjaga sepanjang malam?" bisikku.

Bibiku mengangguk. "Kita sudah jadi tawanan mereka,"

sahutnya. Dia mendesah. "Tapi kita tidak boleh membiarkan Jungle Magic jatuh ke tangan mereka. Itu tidak boleh terjadi"

Aku bergeser mendekati bibiku. "Kalau rahasianya tidak kita berikan," ujarku pelan-pelan, "apa yang akan mereka lakukan pada kita?"

Bibiku tidak menjawab.

"Apa yang akan mereka lakukan pada kita?" Aunt Benna menundukkan kepalanya dan diam seribu bahasa.



Bagi anda yang berminat dengan permainan kartu online berbayar yang dapat dipercaya, silahkan klik link situs kami di agen poker online indonesia dan daftar menjadi member kami sekarang juga, maka anda akan mendapatkan fasilitas dan bonus. Layanan kami ini di dukung dengan fasilitas chat yang selalu siap melayani dan menemani anda selama 24 jam penuh.

Tidak ada komentar:

close
agen ceme online