Edisi Kepala Terpenggal | Goosebumps #39 | Chapter 25

Chapter 25


AKU memekik tertahan.


Tak ada waktu untuk kabur.

Seberkas sinar menyorot keluar dari pepohonan. Lalu muncul Dr. Hawlings, yang berjalan menerabas rumput-rumput tinggi.

Sebelah tangannya memegang senter. Sejenak cahaya senternya mengarah ke mataku, kemudian beralih pada Aunt Benna.

Apakah Dr. Hawlings membawa pistol? Atau senjata lainnya?

Entahlah, aku tidak bisa memastikannya. Dan aku memang tidak ingin tahu.

Aku meraih lengan Aunt Benna dan menariknya keras-keras.

Aku ingin lari, kabur ke hutan.

Tapi bibiku tidak beranjak dari tempatnya. Saking kagetnya, mungkin juga saking takutnya, dia berdiri seperti patung.

Ayah Kareen menghampiri kami. Napasnya terengah-engah.

Dalam cahaya yang redup pun aku bisa melihat senyum puas yang terukir di wajahnya.

"Bagus, Kareen," dia berkata sambil menepuk pundak anaknya.

"Rencana kita ternyata berhasil. Kau pura-pura membantu Mark melarikan diri, dan dia membawa kita langsung ke tempat persembunyian bibinya."

Aku langsung memelototi Kareen dengan geram. Dia telah memperdayai aku. Dia berlagak jadi temanku. Padahal dia justru membantu ayahnya.

Sejenak Kareen membalas tatapanku. Kemudian dia menundukkan wajahnya.

"Teganya kau menipuku," aku berkata. "Kenapa kau melakukannya, Kareen?"

Dia kembali menatapku. "Ayahku butuh Jungle Magic," dia menyahut.

"Tapi kau bohong padaku" aku berseru.

"Habis, bagaimana lagi?" ujar Kareen. "Coba kalau ayahmu yang butuh bantuan. Kau pasti juga akan membantunyaya, kan?"

"Kau bertindak benar," Dr. Hawlings berkata padanya.

Dia mengarahkan senternya ke wajah Aunt Benna, sehingga bibiku terpaksa melindungi matanya dengan sebelah tangan. "Kaupikir kau bisa bersembunyi terus, Benna?" Dr. Hawlings bertanya pelan-pelan.

"A-aku minta maaf," aku berkata pada bibiku. "Ini salahku.

Gara-gara aku"

"Bukan." Aunt Benna menggenggam pundakku. "Ini bukan salahmu, Mark. Akulah yang salah. Kau tidak tahu apa-apa mengenai urusan ini. Aku telah menyeretmu ke dalam kesulitan."

Dr. Hawlings terkekeh-kekeh. "Ya, kalian memang sedang menghadapi kesulitan. Kesulitan besar." Dia menghampiri bibiku.

"Aku perlu tahu rahasia Jungle Magic. Apa rahasianya, Benna? Aku perlu tahu bagaimana cara kerjanya. Ceritakan semuanya, Benna, dan kau dan keponakanmu akan kubiarkan pergi dalam keadaan utuh."

Dalam keadaan utuh?

Sementara Dr. Hawlings menatap Aunt Benna, aku mengeluarkan jimatku dari kantong T-shirt. Sudah waktunya memakai kekuatan gaib, aku berkata dalam hati. Aku akan memakai kekuatanku untuk membebaskan kami dari situasi ini.

Perlahan-lahan kuangkat kepala itu ke depan wajahku. Aku mulai membuka mulut untuk mengucapkan mantranya.

Tapi aku segera berhenti ketika menyadari bahwa Auntie melirikku.

Dia memberi isyarat dengan matanya. Isyaratnya adalah "Jangan"

"Ada apa ini?" Dr. Hawlings bertanya dengan gusar. Dia berpaling padaku. "Sedang apa kau?"

"Jangan beritahu dia, Mark," Aunt Benna memohon. "Jangan sampai dia tahu mantranya."

Kuturunkan jimatku. "Oke," bisikku.

"Tenang saja, Dad," Kareen berkata sambil menatapku. "Aku sudah tahu mantranya. Mark yang memberitahu aku. Kata rahasia itu adalah"


Bagi anda yang berminat dengan permainan kartu online berbayar yang dapat dipercaya, silahkan klik link situs kami di poker online indonesia online dan daftar menjadi member kami sekarang juga, maka anda akan mendapatkan fasilitas dan bonus. Layanan kami ini di dukung dengan fasilitas chat yang selalu siap melayani dan menemani anda selama 24 jam penuh.


Tidak ada komentar:

close
agen ceme online