Edisi Kepala Terpenggal | Goosebumps #39 | Chapter 28

Chapter 28


KUALI besar itu mendesis-desis ketika air yang mendidih tumpah dan mengalir di sisinya. Dengan mata terbelalak aku menatap uap yang mengepul-ngepul di atasnya.


Apakah kepala kami benar-benar akan dikerutkan olehnya?

Apakah kepalaku bakal penuh keriput dan mengecil sampai sekepalan tangan?

Kedua lututku gemetar saat aku menatap Aunt Benna sambil menunggu aba-aba darinya.

Cepat aku memohon dalam hati. Cepatsebelum kita dicemplungkan ke air yang mendidih ini Kareen berdiri sambil membisu. Apa yang lagi dipikirkannya?

aku bertanya dalam hati. Roman mukanya tidak kelihatan. Wajahnya tersembunyi di balik pinggiran topi jeraminya.

"Benna, kau kuberi satu kesempatan lagi," Dr. Hawlings berkata pelan-pelan. "Karena aku menyukaimu. Dan aku juga menyukai keponakanmu. Jangan sampai keponakanmu juga ikut menanggung akibat dari sikapmu yang keras kepala, Benna. Kau tidak kasihan padanya? Katakanlah rahasia itudemi Mark."

"Pikirkan baik-baik, Benna," Carolyn menimpali. "Berikanlah rahasianya pada kami, dan kalian berdua akan segera dibebaskan."

"A-aku tidak bisa," kata bibiku tergagap-gagap.

"Kalau begitu, apa boleh buat," kata Dr. Hawlings, seolah-olah dengan berat hati. "Anak itu duluan."

Aunt Benna berkedip. Satu kali. Dua kali. Tiga kali.

Akhirnya...

Kutarik jimatku dari kantong dengan tangan gemetar.

Aku mengangkatnya ke depan wajahku. Mulutku membuka untuk mengucapkan mantranya.

Tapi Dr. Hawlings segera menyambar kepala itu. Dia merebutnya dari tanganku dan melemparkannya ke tumpukan kepala.

Kemudian dia menerjang maju dan berusaha menyergapku dengan kedua tangan.

Aku cepat-cepat mengelak.

Dan melompat ke tumpukan kepala.

Dengan kalang kabut aku mulai membongkar tumpukan itu.

Aku meraih satu kepala, lalu mencampakkannya. Mengambil yang lain, kemudian membuangnya. Lalu yang berikut. Yang berikut.

Semua kepala itu terasa hangat dan lengket di tanganku. Dan semuanya sekras baseball. Mereka menatapku dengan pandangan kosong. Aku mulai mual. Napasku terengah-engah.

Di belakangku, aku mendengar Aunt Benna bergulat melawan Dr. Hawlings. Dia berusaha menjauhkannya dariku.

Aku mendengar Carolyn berteriak-teriak. Kareen memekik-mekik.

Aku harus menemukan kepalaku.

Aku harus menemukannya sebelum Dr. Hawlings berhasil mengatasi Aunt Benna lalu menyergapku. Aku meraih satu kepala.

Melemparkannya lagi.

Mengambil kepala lain. Lalu mencampakkannya.

Yang mana jimatku?

Bagaimana aku bisa mengenalinya di antara ratusan kepala itu?



Bagi anda yang berminat dengan permainan kartu online berbayar yang dapat dipercaya, silahkan klik link situs kami di agen judi poker online indonesia dan daftar menjadi member kami sekarang juga, maka anda akan mendapatkan fasilitas dan bonus. Layanan kami ini di dukung dengan fasilitas chat yang selalu siap melayani dan menemani anda selama 24 jam penuh.

Tidak ada komentar:

close
agen ceme online