Chapter 26
MINDY dan
Moose langsung mendesah kecewa.
"Buster
meninggalkan kita," ujar Mindy pelan. Tampangnya berkerut-kerut. Moose
jatuh berlutut sambil menggelengkan kepala, seakan-akan tidak percaya.
"Trampolin!
Trampolin!"
Seman para
kurcaci berubah lagi.
Hap menatap
kami sambil nyengir. "Mungkin kalian akan kami pakai sebagai trampolin!
Untuk main
lompat-lompatan! Rasanya asyik juga!"
"Sudah
tiba waktunya untuk memungut suara!"
Chip
menambahkan. Ia menggosok-gosok tangan dengan gembira.
"Trampolin!
Trampolin!"
"Tarik
tambang! Tarik tambang!"
Kututup
telingaku dengan kedua tangan untuk menghalau suara-suara mereka yang
melengking.
Aku butuh
ketenangan, pikirku. Ketenangan!
Aku tidak
mau mendengar suara apa pun.
Tiba-tiba
aku mendapat ide.
Peluit
anjingku!
Seketika aku
tahu bagaimana cara memanggil Buster kembali.
"Mindy!"
aku berseru. "Peluit anjing! Buster selalu datang kalau peluitnya
kutiup!"
Mindy
menoleh ke arahku. Wajahnya jadi cerah.
"Benar!"
katanya. "Cepat, Joe!"
Aku meraih
peluit logam di balik T-shirt-ku. Peluitnya basah oleh keringat. Ini pasti
berhasil, ujarku dalam hati. Buster pasti datang kalau mendengarnya.
Kutarik
peluit keluar.
"Peluit!"
beberapa kurcaci memekik.
Seketika
semua terdiam.
Kutempelkan
peluit itu ke bibirku.
"Cepat-tiup!"
jerit Mindy
Tiba-tiba
Hap dan Chip menerjang tubuhku. Mereka melompat-lompat, berusaha menepis
peluitku.
Peluit
terlepas dari tanganku.
"Aduh!"
aku memekik.
Tergopoh-gopoh
aku berusaha meraihnya kembali. Tapi peluit itu malah terdorong dan terpental
melintasi lantai ruang bawah tanah.
Bagi anda yang berminat
dengan permainan kartu online berbayar yang dapat dipercaya, silahkan klik link
situs kami di judi bola online dan daftar menjadi member kami sekarang juga, maka
anda akan mendapatkan fasilitas dan bonus. Layanan kami ini di dukung dengan
fasilitas chat yang selalu siap melayani dan menemani anda selama 24 jam penuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar