Chapter 19
GERAKAN
tanganku menimbulkan bunyi depak pada permukaan pasir.
Dan jimatku
bergeser sedikit ke arahku.
"Hah?"
aku berseru kaget. Jantungku mulai berdegup-degup.
Sekali lagi
kupukul permukaan pasir, kali ini dengan kedua tangan.
Jimatku kembali
bergeser mendekat.
Pukul lagi.
Bergeser lagi.
Jarak antara
tanganku dan kepala itu tinggal beberapa sentimeter sekarang.
Aku segera
meraihnya, menggenggamnya erat-eratdan menyerukan manteraku dengan lantang.
"Kah-lee-ah Kah-lee-ah"
Mula-mula tidak
terjadi apa-apa.
Aku menahan
napas. Perasaan panik kembali bangkit dalam diriku.
"Kah-lee-ah
Kah-lee-ah"
Dalam hati
aku berharap bahwa aku akan terbang ke atas.
Terangkat
dari pasir isap. Melayang di tanah keras.
"Jungle
Magictunjukkan kesaktianmu Mana kesaktianmu?"
aku memekik
keras-keras.
Tapi aku
tidak terangkat sedikit pun. Bahkan semakin terbenam.
Permukaan
pasir kini telah sampai di dadaku.
Aku menatap
kepala terpenggal di tanganku. Matanya yang hitam seakan-akan membalas
tatapanku.
"Selamatkan
aku" aku berseru. "Kenapa kau tidak menolongku?"
Dan kemudian
aku melihat tumbuhan rambat itu.
Tumbuhan
berwarna kuning-hijau tampak merayap di permukaan pasir. Merayap bagaikan ular.
Selusin tumbuhan rambat menggeliat-geliut mendekatiku dari segala arah.
Jantungku
berdegup kencang ketika tumbuh-tumbuhan itu bertambah dekat. Bertambah dekat.
Sampai aku berhasil meraih salah satunya dengan sebelah tangan.
Tapi
tumbuhan itu melewati tanganku. Gerakannya semakin cepat. Tumbuhan itu melilit
dadakudan mulai mengencang.
"Jangan"
aku memprotes. Jangan-jangan aku malah akan mati tercekik.
Ujung
tumbuhan lainnya menghilang di bawah permukaan pasir, lalu melingkar di
pinggangku. "Jangan, jangan" aku meratap-ratap.
Tumbuh-tumbuhan
itu mengencang. Kemudian mulai menarik.
Pasir yang
lembap mengeluarkan bunyi srot ketika badanku mulai terangkat.
Aku
mengangkat jimatku tinggi-tinggi, dan membiarkan diriku ditarik membelah pasir
isap yang mencengkeramku. Tumbuh-tumbuhan rambat itu menarik dengan keras. Beberapa
detik kemudian aku sudah berlutut di tanah yang keras. Seketika semua tumbuhan
terlepas dari badanku. Semuanya lalu bergerak mundur sampai menghilang di
tengah ilalang.
Aku
berjongkok di tepi pasir isap sambil mengatur napasku.
Kemudian aku
bangkit.
Kakiku
gemetaran, seakan-akan tak bertenaga. Seluruh tubuhku gemetaran.
Tapi aku
tidak peduli. Rasanya aku ingin melompat-lompat dan bersorak-sorai. Jungle
Magic yang kumiliki ternyata benar-benar sakti. Sekali lagi aku diselamatkan
oleh kekuatan gaibku Pasir lembap menempel di celanaku, di bajuku, di lenganku
bahkan di rambutku Aku menggeleng-gelengkan kepala untuk membersihkan rambutku
dari pasir. Jimatku kuselipkan kembali ke kantong T-shirt-ku. Kemudian
kutepis-tepis pasir yang masih menempel di celana dan bajuku.
Sekarang
bagaimana? tanyaku dalam hati. Aku memandang berkeliling. Matahari telah tinggi
di langit. Pohon-pohon, pakis-pakis, dan alang-alang tampak berkilau-kilau,
hijau-keemasan. Udara sudah semakin panas. T-shirt-ku basah oleh keringat.
Sekarang
bagaimana?
Bagaimana
aku bisa menemukan bibiku?
Aku
mengeluarkan jimatku dari kantong dan mengamatinya dengan saksama.
"Tunjukkan jalannya," aku memberi perintah.
Tapi tidak
terjadi apa-apa.
Aku menyeka
pasir yang menempel di kulitnya yang kering.
Aku
mencungkil butir-butir pasir yang melekat di bibirnya yang hitam dan tipis.
Aku
berpaling ke arah matahari dan maju beberapa langkah.
Apakah aku
masih mengarah ke timur?
Di luar
dugaanku, mata jimatku tiba-tiba mulai bersinar.
Apa artinya?
Apakah ini suatu tanda bahwa aku semakin dekat ke tempat Aunt Benna berada?
Apakah ini suatu tanda bahwa aku menuju ke arah yang benar?
Aku
memutuskan untuk mengujinya.
Aku berbalik
dan berjalan ke arah berlawanan, ke arah pasir isap.
Cahaya yang
terpancar dari mata jimatku langsung padam.
Aku membelok
dan menuju ke utara.
Kedua mata
jimatku tetap gelap.
Aku kembali
berpaling ke arah matahari.
Yes Kedua
matanya mulai bersinar lagi. "Kah-lee-ah" seruku dengan gembira.
Rupanya kepala itu benar-benar menunjukkan jalan ke tempat bibiku berada.
Kudengar
lolongan binatang dan suara serangga ketika berjalan di antara pohon-pohon dan
alang-alang. Semua bunyi itu terasa bagaikan musik di telingaku.
"Auntie,
aku datang" seruku.
Aku semakin
jauh memasuki hutan. Aku harus sering-sering merunduk karena jalanku terhalang
dahan-dahan yang menggantung rendah dan tumbuhan rambat yang membentang dari
pohon ke pohon.
Di atasku
terdengar suara burung yang aneh-aneh. Sepertinya burung-burung itu sedang
mengobrol. Ketika aku menerobos di bawah sebuah dahan rendah, seluruh pohon
mendadak bergetar. Ribuan burung berbulu hitam beterbangan sambil berkaok-kaok
dengan
sewot.
Saking banyaknya, langit sempat menjadi gelap.
Tiba-tiba
aku sampai di sebuah lapangan kecil yang membelah dua. Satu cabang menuju ke
kiri, satu lagi ke kanan. Yang mana yang harus kupilih?
Aku
mengangkat jimatku dan mengamatinya dengan saksama.
Aku
berpaling ke cabang kiri. Seketika mata jimatku meredup.
Rupanya
pilihanku salah.
Aku berbalik
menuju ke kanan. Mata jimatku langsung kembali bersinar.
Apakah
bibiku berada di balik pohon-pohon ini?
Apakah aku
sudah dekat dengan tempat persembunyiannya?
Tiba-tiba
aku sudah berada di luar hutan lagi. Aku berada di sebuah padang rumput. Sinar
matahari yang menyilaukan membuat mataku berkedip-kedip. Rumput di sekelilingku
tampak berkilau-kilau. Tahu-tahu terdengar suara menggeram dari arah pepohonan,
aku langsung berbalik.
"Oh"
pekikku ketika melihat harimau itu. Aku nyaris terjatuh karena lututku mendadak
lemas.
Harimau itu
mengangkat kepalanya, lalu kembali menggeram.
Kemudian ia
mengaum keras sambil menyeringai, seakan-akan hendak memamerkan giginya yang
mengerikan. Punggungnya tampak melengkung, dan bulu-bulu berwarna
kuning-cokelat di tengkuknya berdiri tegak.
Sejenak
kemudian si raja hutan menyerbu ke arahku.
Bagi anda yang berminat dengan permainan kartu online
berbayar yang dapat dipercaya, silahkan klik link situs kami di judi bola online dan daftar menjadi
member kami sekarang juga, maka anda akan mendapatkan fasilitas dan bonus.
Layanan kami ini di dukung dengan fasilitas chat yang selalu siap melayani dan
menemani anda selama 24 jam penuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar