Horor Di Camp Jellyjam | Goosebumps #33 | Chapter 28

Chapter 24


MONSTER itu tampak kaget. Ia membelalakkan matanya yang kuning dan berair. Mulutnya yang berbibir tebal pun menganga. Di dalamnya aku melihat dua lidah berwarna pink bergerak maju-mundur.


Beberapa anak langsung melepaskan selang dan tongkat pel yang mereka pegang dan menjatuhkan diri ke lantai. Tapi ada juga yang berbalik dan memandang ke arahku.

"Jangan mandikan dia lagi!" aku berseru. "Letakkan selang dan sikat kalian! Berhenti bekerja! Dan cepat tiarap!"

Elliot terbatuk-batuk di sampingku. Aku melirik dan melihat ia sedang berusaha untuk tidak muntah.

King Jellyjam meraung keras ketika anak-anak yang lain mengikuti perintahku. Lendir kental berwarna putih menetes-netes dari hidungnya. Kedua lidahnya menjulur-julur di antara bibirnya yang ungu.

"Tiarap!" aku berteriak kepada anak-anak. "Diam di lantai!"

Dan kemudian aku melihat monster itu mengangkat tangan ungunya yang gemuk. Ia membungkuk sambil mengerang keras. Kuli tubuhnya yang berlendir pecah dan retak ketika ia mengulurkan tangan.

Ia hendak meraih Alicia!

"Tolong! Aku mau dimakan!" Alicia menjerit. Ia hendak berdiri.

"Jangan!" teriakku. "Jangan berdiri! Tetap tiarap!" Sambil memekik ketakutan, Alicia kembali merebahkan diri ke lantai.

Tangan King Jellyjam berayun ke bawah. Menggapai-gapai di atas tubuh Alicia. Ia berusaha mengangkat gadis cilik itu. Berkali-kali.

Tapi ternyata dugaanku tepat! Jari-jemari monster itu terlalu gemuk, terlalu kaku untuk mengangkat orang yang tergeletak di lantai.

King Jellyjam mendongakkan kepala dan meraung-raung dengan kesal.

Bau memuakkan di sekelilingku semakin keras. Aku segera menutup hidung dengan sebelah tangan. Keong-keong hitam terus bermunculan dari kulitnya. Menggelinding di tubuhnya yang berlendir. Berjatuhan ke lantai.

Monster itu melambai-lambaikan tangan. Sekali lagi ia membungkuk, berusaha meraih anak-anak yang lain.

Tapi mereka merapatkan diri ke lantai, sehingga King Jellyjam tidak berhasil mengangkat mereka. King Jellyjam kembali meraung. Kali ini suaranya sudah lebih lemah. Bola matanya berputar-putar tak terkendali di kepalanya yang besar.

Bau yang menyebar membuat mataku serasa terbakar. Bau itu menyelubungiku dari segala arah.

King Jellyjam mencoba meraih selang. Tapi gagal. Ia memasukkan tangan ke dalam air, berusaha membasuh badannya.

Aku berdiri sambil gemetaran. Segala gerak-geriknya kuperhatikan tanpa berkedip.

Rencanaku berhasil. Sejak awal aku sudah yakin ini akan berhasil.

Bau yang menyelubungiku bertambah keras lagi. Bau itu seolah-olah menempel di kulitku. Aku bahkan bisa mengecapnya dengan lidah.

King Jelly jam melambai-lambaikan kedua tangannya. Kalang kabut ia berusaha memandikan dirinya sendiri.

Raungannya berubah menjadi erangan. Tubuhnya mulai gemetar.

Aku menahan napas ketika dia menatapku sambil memicingkan mata.

Ia menudingku dengan jarinya yang bengkak!

Ia mencondongkan badan ke depan.

Mengulurkan tangannya yang besar.

Aku tidak sanggup bergerak karena terlalu ngeri. Aku merinding.

Tangannya menggenggam tubuhku. Dan sebelum aku sempat memberontak, ia sudah mencengkeramku dengan jari-jemarinya yang berlendir dan bau.



Bagi anda yang berminat dengan permainan poker online berbayar yang dapat dipercaya, silahkan klik link situs kami di agen judi poker online terpercaya dan daftar menjadi member kami sekarang juga, maka anda akan mendapatkan fasilitas dan bonus. Layanan kami ini di dukung dengan fasilitas chat yang selalu siap melayani dan menemani anda selama 24 jam penuh.
Posting Komentar
close
agen ceme online